PERTEMUAN PENGENDALIAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT MENULAR DBD

 

Pada tanggal 7 Februari ada pertemuan pengendalian faktor penyakit menular yang dihadiri oleh 3 desa yaitu Wirun ,Pulorejo dan juga Sarimulyo guna membahas wabah DBD yang merajalela.Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh tim dari pukesmas 1 yang di pimpin oleh Bapak Kepala Pukesmas Winong 1 yaitu Bapak Muhadi.Inti dari pertemuan tersebut adalah mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan gerakan SIKAT WAE.SIKAT WAE adalah singkatan dari Siaga Masyarakat Aides Aegepti.karena pada waktu musin penghujan  adalah faktor utama berkembangannya wabah penyakit DBD.Menurut pemantauan dikabupaten pati sudah ada 201 pasien yang terkena DBD.Dan DBD bisa menyerang siapa saja tidak memandang usia.Tetapi pada umunnya anak-anak yang sering terkena resiko DBD.

 

Cara penularan DBD disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk AEDES AEGYPTI.Nyamuk  ini sebelumnya menggigit manusia yang menderita DBD dan menghisab virus Dengue.setelah itu virus Dengue dalam nyamuk ini kemudian ditularkan ke manusia lain melalui gigitannya.Maka dari itu kita perlu waspada bila keluarga kita mengalami gejala-gejala panas tinggi lebih dari 3 hari, mual muntah atau nyeri diulu hati,tambak lemah dan lesu kemudian timbul bintik-bintik merah pada kulit.segera bawa kepuskesmas atau rumah sakit.

Untuk mencegah wabah DBD mari kita bersama-sama aktif melakukan 3M PLUS.3M PLUS adalah MENGURAS ,MENUTUP DAN MENDAUR ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi. selain itu kita bisa lakukan dengan cara memelihara ikan pemakan jentik nyamuk,menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi,memberikan bubuk abate pada bak-bak mandi,menanam tanaman pengusir nyamuk,memperbaiki saluran air dan talang air yang tidak lancar,dan bisa bersama -sama bergotong royong membersihkan lingkungan kita masing-masing.

Dan salah satu bentuk antusias warga adalah melakukan pemantauan jentik berkala yang dilakukan pada hari sabtu tanggal 9 februari 2019.Yang dibantu oleh tim dari dinas kesehatan dan juga bidan desa juga para kader-kader.selain itu juga sudah diberikan bubuk abate juga penyuluhan dalam setiap ada pertemuan guna mengingatkan betapa berbahayanya wabah DBD.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan