Sosialisasi Demam Berdarah Di Desa Wirun

Desa wirun memiliki populasi jumlah penduduk yang cukup lumayan banyak, jumlah penduduk diwirun berjumlah 2029 jiwa. Dari jumlah tersebut yang paling mendominasi yaitu umur 1 bulan sampai 20Th. Di musim penghujan seperti ini sering kali timbul beberapa penyakit dan salah satunya yaitu demam berdarah. Kita ketahui bersama penyakit demamberdarah ini penyakit yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk. Demam berdarah bisa memimpa semua kalangan. Untuk menanggulangi wabah penyakit ini, dinas kesehatan melakukan sosialisasi dari desa ke desa yang lainnya. Kebetulan untuk tempat rapat yang di ambil yaitu balai desa wirun. Pembicaranya yaitu dari dinas kesehatan dan pukesmas winong 1. Yang mendapatkan undangan untuk mengikuti sosialisasi yaitu para kepala sekola SD/MI beserta kepala desa. Kenapa harus kepala sekolah? hal ini agar kepala sekolah sudah mengetahui sejak dini cara mengantisipasi penyakit ini dan bisa mensosialisasikannya ke anak anak didiknya.

 

Selang beberapa hari setelah mengadakan rapat tersebut, para kader kesehatan desa wirun di bantu oleh bidan wirun. melakukan sosialisasi di beberapa titik di desa wirun tepatnya dukuh mojorembun RT 07,08. Diambilnya lokasi tersebut sebagai lokasi sosialisasi karena ada yang sudah terkena penyakit Demam berdarah tersebut. Kader yang berjumlah kurang lebih 12 orang di bantu oleh kasi pemerintah desa wirun bekerja sama memberikan sosialisasi cara penanggulangan DBD.  Para kader melakukan pengecekan bak mandi, dan tempat tempat lainnya yang bisa ditempati jentik jentik. kader juga memberikan obat ABATE yang di masukan ke bak air. tujuannya untuk membutuh jentik jentik yang bisa menjadi nyamuk. dari kurang lebih 50 rumah yang diberikan sosialisasi hanya ada 10-12 rumah yang tidak ada jentik nyamuk di bak air.

 

Dengan di adakan sosialisasi seperti ini diharapkan warga bisa mengantisipasi lebih awal DBD dan tidak ada lagi yang terkena penyakit DBD.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan